Pengikut

Senin, 05 Oktober 2015

Cara Mengetahui Kaki Dioda

IODA
STANDAR KOMPETENSI
Kemampuan menyerap pengetahuan dan mengkomunikasikan  serta menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan arus listrik dalam kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR
Kemampuan mengidentifikasi komponen elektronika dan kegunaanya
INDIKATOR PEMBELAJARAN
1.Menjelaskan nama-nama komponen elektronika
2.Mengidentifikasi komponen elektronika
3.Menganalisis satuan ukuran yang terdapat pada komponen elektronika
4.Mendeskripsikan pemanfaatan komponen dalam praktik
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Peserta didik dapat menyebutkan macam-macam dioda, satuan dan fungsinya.
2.Peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja dioda
3.Pesrta didik dapat menyebutkan bahan-bahan yang digunakan pembuatan dioda
4.Peserta Didik dapat menggambarkan simbol dioda
5.Peserta didik dapat menjelaskan kode angka pada dioda
6.Peserta didik dapat menguji kondisi dioda dengan alat ukur yang tepat.
7.Peserta didik dapat mengetahui aplikasi dioda dalam rangkaian
DIODA
A.Pengertian
Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus dalam satu arah saja.Dioda adalah semikonduktor yang terdiri dari persambungan (junction) P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik.Dioda berasal dari kata DI = dua dan ODA = elektroda atau dua elektroda, dimana elektroda-elektrodanya tersebut adalah ANODA yang berpolaritas positip dan KATHODA yang berpolaritas negatip.


sumber animasi : http://www.wainet.ne.jp/~yuasa/flash/EngPnJunction.swf
B.Menentukan Kaki Dioda
Bagaimana cara mengetahui kaki anode (+) dan katode (-) dioda?
Caranya mudah, anda hanya perlu memperhatikan tanda yang bergaris hitam pada dioda. kaki dioda yang dekat dengan garis berbentuk gelang seperti gelang resistor namun biasanya berwarna hitam adalah kaki katode atau kutup negatif.

Adakah cara yang lebih mudah untuk mengetahui kaki dioda?
Ada, anda memerlukan multimeter. Dengan menggunakan multimeter anda arahkan sakelar pemilih pada posisi ohm meter, dan anda hubungkan kedua penghubung multimeter dengan dioda (anoda dan katoda) jika jarum multimeter tidak bergerak baliklah kedua kabel yang anda hubungkan ke dioda. Jika multimeter bergerak, kabel hitam multimeter menunjukkan kutub anoda (+) sedangkan yang merah menunjukkan katoda (-)
C.Simbol Dioda
Secara umum simbol dioda







Anode adalah kutub positif, sedangkan katode adalah kutub negatif.

















D.Kegunaan dioda
Fungsi Dioda :
1.Penyearah, contoh : dioda bridge
2.Penstabil tegangan (voltage regulator), yaitu dioda zener
3.Pengaman /sekering
4.Sebagai rangkaian clipper, yaitu untuk memangkas/membuang level sinyal yang ada di atas atau di bawah level tegangan tertentu.
5.Sebagai rangkaian clamper, yaitu untuk menambahkan komponen dc kepada suatu sinyal ac
6.Pengganda tegangan.
7.Sebagai indikator, yaitu LED (light emiting diode)
8.Sebagai sensor panas, contoh aplikasi pada rangkaian power amplifier
9.Sebagai sensor cahaya, yaitu dioda photo
10.Sebagai rangkaian VCO (voltage controlled oscilator), yaitu dioda varactor
E.Karakteristik Dioda
Karakteristik Arus dan tegangan
1.Forward Bias
• Jika diberi arah maju (tegangan positif => anoda dan tegangan negatif => katoda) akan menghantarkan arus dan sebaliknya,











Ketika kaki katoda disambungkan dengan kutub negatif batere dan anoda disambungkan dengan kutub positif, maka dikatakan bahwa dioda sedang dibias dengan tegangan maju. Bias maju ini diperlihatkan pada gambar berikut.











Dioda dengan bias tegangan maju Dalam bias maju, kutub negatif batere akan menolak elekton-elektron bebas yang ada dalam semikonduktor tipe N, ika energi listrik yang digunakan adalah melebihi tegangan barir, maka elektron yang tertolak tersebut akan melintasi daerah deplesi dan bergabung dengan hole yang ada pada tipe P, hal ini terjadi terus menerus selama rangkaian di gambar tersebut adalah tertutup. Kondisi inilah yang menyebabkan adanya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian.
2.Reverse Bias
• Jika diberi arah mundur (tegangan positif => katoda dan tegangan negatif => anoda) tidak akan menghantarkan arus.











Sebaliknya jika kaki katoda disambungkan dengan kutub positif batere dan anoda disambungkan dengan kutub negatif batere, maka kondisi ini disebut sebagai bias tegangan balik, seperti terlihat dalam gambar berikut.










Dioda dengan bias tegangan mundur Ketika dioda dibias mundur, maka tidak ada aliran arus listrik yang melewati dioda. Hal ini dikarenakan elekton bebas yang ada pada tipe N tertarik oleh kutub positif batere dan demikian juga hole pada tipe P berekombinasi dengan elektron dari batere, sehingga lapisan pengosongan menjadi semakin lebar. Dengan semakin lebarnya lapisan pengosongan ini, maka dioda tidak akan mengalirkan arus listrik. Ketika tegangan bias mundur terus diperbesar, maka pada suatu harga tegangan tertentu dioda akan rusak, karena adanya proses avalan yang menyebabkan dioda rusak secara fisik.


F.Jenis-jenis dioda
1.Dioda standar
Dioda jenis ini ada dua macam yaitu silikon dan germanium. Dioda silikon mempunyai tegangan maju 0.6V sedangkan dioda germanium 0.3V. Sesuai karakteristiknya dioda ini bisa dipakai untuk fungsi-fungsi sebagai berikut:
Penyearah sinyal AC
Pemotong level
Sensor suhu
Penurun tegangan
Pengaman polaritas terbalik pada dc input
Contoh dioda jenis ini adalah 1N400x (1A), 1N5392 (1.5A), dan 1N4148 (500mA).












2.LED (light emiting diode)
Dioda jenis ini mempunyai lapisan fosfor yang bisa memancarkan cahaya saat diberi polaritas pada kedua kutubnya. LED mempunyai batasan arus maksimal yang mengalir melaluinya. Diatas nilai tersebut dipastikan umur led tidak lama. Jenis led ditentukan oleh cahaya yang dipancarkan. Seperti led merah, hijau, biru, kuning, oranye, infra merah dan laser diode. Selain sebagai indikator beberapa LED mempunyai fungsi khusus seperti LED inframerah yang dipakai untuk transmisi pada sistem remote control dan opto sensor juga laser diode yang dipakai untuk optical pick-up pada sistem CD. Dioda jenis ini dibias maju (forward).










3.Dioda Zener
Fungsi dari dioda zener adalah sebagai penstabil tegangan. Selain itu dioda zener juga dapat dipakai sebagai pembatas tegangan pada level tertentu untuk keamanan rangkaian. Karena kemampuan arusnya yang kecil maka pada penggunaan dioda zener sebagai penstabil tegangan untuk arus besar diperlukan sebuah buffer arus. Dioda zener dibias mundur (reverse).












4.Dioda photo
Dioda photo merupakan jenis komponen peka cahaya. Dioda ini akan menghantar jika ada cahaya yang masuk dengan intensitas tertentu. aplikasi dioda photo banyak pada sistem sensor cahaya (optical).
Contoh:pada optocoupler dan optical pick-up pada sistem CD. Dioda photo dibias maju (forward).









5.Dioda varactor
Kelebihan dari dioda ini adalah mampu menghasilkan nilai kapasitansi tertentu sesuai dengan besar tegangan yang diberikan kepadanya. Dengan dioda ini maka sistem penalaan digital pada sistem transmisi frekuensi tinggi mengalami kemajuan pesat, seperti pada radio dan televisi. Contoh sistem penalaan dengan dioda ini adalah dengan sistem PLL (Phase lock loop), yaitu mengoreksi oscilator dengan membaca penyimpangan frekuensinya untuk kemudian diolah menjadi tegangan koreksi untuk oscilator. Dioda varactor dibias reverse











6.Dioda Schottky (SCR)
DIODA SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate(G).SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.














Gambar  dioda schottky.

Pada gambar diatas terlihat SCR dengan anoda pada kaki yang berulir, Gerbang gate pada kaki yang pendek, sedangkan katoda pada kaki yang panjang.

G.Mengetest Kondisi dioada
Mengukur Dioda Dengan Multitester
Langkah-langkah pengujian dioda menggunakan multimeter adalah sebagai berikut :
1.Putarlah saklar pada Ohm, misalkan R x 1K
2.Tempelkanlah cord yang merah (+) pada terminal atau kaki katoda (-) dan cord yang hitam pada anoda (+) dioda, Bila jarum multimeter bergerak itu berarti baik, namun bila diam saja itu berarti putus atau rusak
3.Kemudian selanjutnya cord yang hitam ditempelkan pada kaki katoda (-) dan cord yang merah ditempelkan pdai kaki anoda (+). Bila jarum multimeter diam itu berarti baik namun jika bergerak itu berarti bocor .











H.Aplikasi dioda
1.Rangkaian penyearah arus listrik dari AC ke DC
2.Rangkaian regulator tegangan

Implementasi diode sebagai pelipat ganda frekuensi..
misal frekuensi input 50 Hz maka output menjadi 100 Hz

3.Diode sebagai pencampur sinyal
4.Implementasi LED
5.Diode sebagai saklar (Switch)
1.http://duniaelektonika.blogspot.com
2.http://duniaelektonika.blogspot.com
3.http://blog.indometalgoth.com
4.http://dedi-smk.blogspot.com
5.http://insyaansori.blogspot.com
6.http://agunghtkj.blogspot.com
7.http://iiam.blogdetik.com
8.http://ekohasan.blogspot.com
9.http://dasar-elektro.blogspot.com
10. Candra,Arifianto.2010.Jago Elektronika Rangkain sistem otomatis. Elek media Komputindo
11. Syarifudin Uyuk.2010.Elektronika 1. Yudhistra
12. MGMP Klaten. 2010.LKS Elektronika 1,2,3.Klaten. Sinar Mandiri






1 komentar:

BERBAGAI MACAM KERUSAKAN PADA POMPA AIR DAN CARA MEMPERBAIKINYA

1. Pompa Menyala tapi tidak maksimal mengalirkan air cara memperbaikinya kita cek Impeler pompa apakah masih bagus atau tidak  kemudian kita...